Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

Aku dan Dia pt. 1

Gambar
   Seperti yang sudah dijanjikan, beginilah sosok aku kehilangan sosok dia. Beberapa tahun lalu, saat aku pertama kali bertemu dengan dia. Aku hanyalah seorang populer diantara kawan - kawan lainnya. Sedangkan dia adalah sosok senior yang dicap sebagai pembuat masalah. Entah kebetulan atau itu memang takdir, aku dan dia ternyata berasal dari daerah yang sama. Beberapa kali berpapasan tidak membuat aku tertarik kepada sosok dia yang juga menjadi salah satu idola beberapa anak gadis di sekolah. Tapi entah bagaimana awalnya, aku dan dia menjadi akrab dan seringkali terlihat bersama. Setelah sekian lama bersama tanpa ada ikatan, aku dan dia telah resmi menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Aku dan dia bisa dikatakan sebagai pasangan sempurna saat itu. Keluarga pun sudah saling memberikan restu kepada sosok aku dan dia. Sosok aku yang sudah dianggap keluarga dia dan begitu juga sebaliknya. Aku merasa sangat bahagia, karena aku tahu restu keluarga adalah yang paling penting un...

Aku dan Dia

Sebagaimana waktu mengajarkan untuk selalu menghormati. Aku menghargai segala bentuk dan rasa yang sudah waktu berikan. Entah itu rasa bahagia, senang, sedih, sakit bahkan rindu.  Aku menghargai rindu, tanpa rindu aku tak tahu apa itu kehilangan. Selain kematian, kehilangan terberat ialah ketika dia yang kau anggap akan menjadi milikmu seutuhnya ternyata menjadi milik orang lain seutuhnya.  Rasa kehilangan itu membawa rindu. Rindu akan saat indah bersama. Janji berdua yang sangat membuat bahagia. Janji dia yang membuatmu terbang kelangit ke tujuh. Tapi ternyata janji - janji itulah yang membuat kehilangan amat mencekam. Melihat dia yang terlihat sangat bahagia dengan selain dirimu itu teramat menyakitkan. Entah kenapa dia bisa dengan cepat melupakan janji manis yang sudah dia sematkan. Apakah dia benar - benar bahagia?  Sesekali aku ingin bertemu dan berkata " apa melupakanku semudah itu? ". Sekian tahun menjalani waktu bersama, mengharap akan ada akhir bahagia. Ternyata ...

How's going love?

Gambar
Dua tahun lalu Di rencanamu masih ada aku Di masa depanmu masih ada aku Aku bagaikan penghangat di hari dinginmu Aku sebagai penyebab senyummu Kau dan aku bagai lebah dan madu Kau dan aku bagai musik dan lagu Saling melengkapi setiap waktu Berdua selalu candu Apa kabar kau canduku? Kau terlihat bahagia bersama cintamu Si dia yang memilikimu Si dia yang selalu bersamamu Buah kasihmu menyakiti hidupku Aku termenung di bawah rindu Mengharap canduku yang lalu Wahai angin sampaikan senduku Teruntuk canduku Aku si madu merindukan lebahku Ingin bertatap secukup waktu Ingin bersua dengan kamu Tapi aku tahu malu Tak mungkin mengharap candu untukku Kini si dia memiliki canduku Canduku, Aku merindukanmu